hallo guys... udah pada taukan foto yg diatas gunung apa? yaah,, itu dia si bukit tunggul yang gw daki.
setelah cerita perjalanan menuju puncaknya kini gw mau cerita waktu gw dan temen2 sabuki lainnya turun menuju pulang.
setelah mendaki gunung -- lewati lembah -- sungai mengalir indah ke samudra # eeeh kok malah jadi nyanyi song of Ninja Hatori gini ya. haha
oke ceritanya bermula setelah kami semua selesai beristirahat dan memutuskan untuk turun sekitar jam 4.30 an kami pun langsung menuruni gunung dengan jalur yang sama. oia ada satu hal yang perlu kalian tau juga. saat muncak kami hanya bermodalkan ini .
| ini tuh map pendakian :) |
seperti yang udah-udah, waktu yang dibutuhkan untuk turun gunung lebih cepat daripada naik gunung, ada yang tau kenapa? yups.. betul bgt, karena kita udah tau jalannya. beberapa menit kita udah sampe di tanda yang benar2 nyata (udah ada fotonya di #Part 1. disitu kita abadikan lagi moment2 itu. salah satunya foto gw. (maaf ya rada narsis) padahal mah kebanyakan narsisnya. hahaha
sekitar 5 menit kami berkutat di tempat ini untuk mengabadikan moment ini baik itu foto selfie atau pun groofie. Melanjutkan perjalanan dari sini formasi kita masih bersama alias ber-6. Namun karena Rose tobely jalannya super ngebut kami khawatir kalo dia sendirian didepan. diutuslah sang kapten Mbok Hasby menyusulnya (sorry ya kalo bahasanya agak alay) hehehe. alhasil saat itu formasi kita jadi terbagi 2. Rose tobely danMbok Hasby - gw, Rani, Pak firman, and k Tatan.
perjalanan turun kami terasa sangat cepat karena kami sudah menemui beberapa tanda tali rafia lagi di beberapa pohon. sampai akhirnya kami menemui satu jalan dimana ada persimpangan dan disitu pula ada satu tanda Panah yang terlihat seperti petunjuk arah. saat itu gw berada di posisi paling depan dan gw pun berhenti sejenak untuk bertanya pada yang lainnya. dan akhirnya kita pun mengikuti arah panah itu. Namun feeling kami mengatakan kalo jalan yang kami lewati ini sedikit berbeda dan terasa sangat samar jalannya. Namun karena diburu waktu yang semakin larut kami pun terus berjalan menuruni jalan yang terjal, melewati Pohon tumbang yang Sangat Besar yang menutupi jalan kami. Disitu pun kami semakin curiga karena sebelumnya kami tidak pernah melewati Pohon Besar itu. dan akhirnya kami pun berada diujung jalan yang Buntu. kami ber-4 memutuskan untuk kembali ke jalan menuju puncak, kami pun melihat ada beberapa tanda panah yang ditempel di pohon yang bertulisakn puncak dan panah keatas. dalam hati kami ini sih beneran salah jalan. Sebenernya mungkin itu dulunya adalah jalan menuju puncak jalur tengah namun karena sudah tidak ada yang mendaki lewat situ jadi jalannya benar2 tertutup pepohonan. sampai akhirnya adzan maghrib berkumandang kami pun belum bisa menjumpai jalan yang menuju keluar hutan. suasana semakin gelap dan kang tatan pun sudah menyalakan head lamp nya di ikuti oleh nyala dari flashlight pak firman. sedangkan gw dan rani gigit jari karna kita gg bawa penerangan apa pun. formasi pun berubah kini k Tatan di depan di ikuti Rani , kemudian gw dan terakhir pak firman.
Disinilah kami benar-benar di uji kesabaran dan kepatuhan kepada-NYA. sudah 1 jam kami bulak balik turun naik melewati jalan yg itu2 saja sekitar 3/4 kali kami melewati bongkahan pohon besar tadi dan panah penunjuk arah yg tertempel dipohon itu semua kami lakukan karena kami berusaha menelusuri kesalahan kami berasal dari mana dan demi untuk keluar dari jalan itu. Seakan tidak ada lagi jalan menuju keluar hutan, sempat terlintas untuk menerobos jalan itu dengan melaluinya saat itu pafir mencoba melihat jalan itu survei apakah bisa kami lewati atau tidak. Namun karena memang beliau bijak dalam mengambil keputusan akhirnya kami pun disarankan untuk tidak melalui jalur itu karena sangat terjal dan sepertinya itu jurang bukan jalur pendakian, kini tenaga benar2 sudah terkuras dan gw pun merasa sedikit pusing sampai akhirnya gw meminta ijin untuk berhenti sejenak pada yg lain. selagi berhenti gw pun minum dan beristirahat dan terus berdo'a dalam hati. di ikuti juga oleh yg lain. semuanya duduk dan membasahi tenggorokan mereka sejenak. kemudian pak firman pun memutarkan music player di BB nya dengan bacaan Al-Quran agar kami semua tetap berserah dan tidak merasa frustasi.
Tak perlu waktu lama, kami pun melanjutkan perjalanan, kalimat yang masih gw inget kalo gg salah seperti ini "kita jangan panik ya karena kita masih punya cukup perbekalan juga, kalian berdoa sebisa kalian dalam hati. dan tetap fokus pada jalan". petikan kalimat dari pafir. hingga akhirnya dengan penuh kesabaan dan keyakinan kami semua, seolah jalan langsung dibukakan dan di beri penerangan. Rani adalah orang pertama yang melihat lagi panah kayu yang membuat kita tersesat tadi. "Naaah,, ini dia panah yang tadi! sambil menunjuk ke arah panah itu" rani said. dan kami pun langsung mengucap syukur dan memutuskan untuk menghilangkan panah yang menyesatkan itu dan menutupi jalan di persimpangan itu dengan ranting-ranting pohon yang ada disitu. Kami pun baru sadar ternyata dari awal ranting2 yang kami injak itu sudah menutupi jalan tapi kami semua melihatnya seolah tak menutupi jalan.
Dengan penuh rasa suyukur kami melanjutkan perjalanan untuk keluar hutan. gw dan Rani masih tetap jalan dengan gaya kadang2 ngesot atau jongkok karena kami gg bawa flashlight. kami pun berhasil keluar dari hutan sekitar pukul 8/9 malam. dan kami memutuskan untuk memotong jalan menuju perkebunan warga (tidak melipir seperti awal pendakian). Dengan penuh rasa syukur kami pun sampai di tepi jalan besar untuk menuju ke tempat kami parkirkan motor. Karena kami kelelahan kami pun memutuskan menghabiskan perbekalan yang masih tersisa ditas kami. Air mineral, Nata decoco, roti, itulah perbekalan yang sangat luar biasa nikmatnya. kami pun berbincang sejenak, dan bertanya2 sendiri apakah Rose tobely dan Mbok sudah sampai ditempat parkir belum ya? mudah2an mereka tidak melewati jalan yang salah juga. itu fikir kami.
Selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan kami. karena kami berada di punggungan lain gunung singkat cerita kami memilih jalan yang keliru lagi. kami pun memutari kawasan bukit tunggul itu. kami sempat menemui orang2 yang sedang diospek, lalu menjumpai situ sangkuriang, dan akhirnya kami keluar di gapura saat kami pertama datang menggunakan motor. kami pun menuju warung sebentar.
Singkat cerita kami tiba di rumah warga tempat menitipkan motor sekitar jam 22.30.
Kami pun berjumpa dengan Rose tobely dan Mbok disana. dan saat kami tiba disambut oleh rose tobely yang sangat khawatir pada kami semua sampai2 dia update di group bbm dan anak2 sabuki lainnya pun jadi panik. namun kami semua langsung konfirmasi bahwa kami sudah tiba di pemukiman warga dengan selamat.
Kami pun kembali menuju rumah masing-masing sekitar jam 23.00
Pelajaran berharga yang khususnya gw ambil yaitu : apa pun rencana pendakian kita mau itu Tektok (tidak camping) atau pun nge-camp kita harus tetap bawa Flaslight/headlamp [ini yang utama], perbekalan yang cukup, talkie walkie, sesuatu yang bisa kita jadikan jejak. dialam kita diuji, dan disitulah kita belajar dari alam tetap bersabar dan yakin akan semua kemungkinan yang ada.
so Keep Adventure !! :) Salam Rimba...
Harrah's Philadelphia Casino & Racetrack - JMH Hub
BalasHapusHarrah's 거제 출장샵 Philadelphia 평택 출장샵 Casino & Racetrack in Chester, PA. Harrah's Philadelphia Casino 영천 출장샵 & Racetrack offers a 24 hour 창원 출장샵 casino gaming floor featuring more than 2000 slot 천안 출장샵