Setelah mendaki beberapa gunung sebelumnya, membuat gw berasa semakin berada di zona nyaman gw. Bukan untuk jadi sok jagoan atau sok-sok an di depan orang lain tapi ini emang panggilan hati. hehehe
kami pun berhasil sampai ke puncak sekitar pukul 13.30. dan saat kami tiba di atas puncak cuaca berubah lagi menjadi mendung dan berkabut tak lama hujan pun turun sangat deras. cowok2 pun langsung mendirikan bivak yang lumayan lebar untuk kami berteduh. sekitar 10 menit hujan pun berhenti dan sang awan pun tersingkap oleh gerombolan angin. sesekali kami bisa melihat indahnya view kota dan sekitarnya. karena waktu sudah hampir sore kami pun memutuskan makan siang lalu berfoto dan kembali turun.
Kami pun turun sekitar Pukul 16.00 / 16.30 perjalanan pulang adalah sebuah PR besar buat adik gw karena menurut dia turun itu terlihat begitu sulit. Dan singkat cerita kami pun turun sekitar pukul 18.00/ atau setelah adzan maghrib berkumandang. Alhamdulilah Mission Complete :)
Rencana awal gw pengen pergi ke Gunung Manglayang karna setelah lihat foto profile temen gw dengan pemandangan negeri diatas awannya gw bener2 ngiler dibuatnya.
![]() |
| Foto temen gw @ Mt.Manglayang |
Tapi gak tau gimana awalnya pilihan pun jadi ke Gunung Tampomas. Gw pun browsing nyari tahu dimana lokasi gunung tampomas dan bisa ditempuh dengan cara apa dan ternyata gunung Tampomas ini berada di wilayah kabupaten Sumedang. Namun secara administratif kawasan Tampomas terletak di 3 kecamatan, yaitu Buahbua, Conggeang, dan Tanjungkerta. Gunung ini mempunyai ketinggian 1.684 Mdpl. Awalnya gw hanya mengajak beberapa orang teman - teman Komunitas Satu Bumi Kita (SABUKI) yang sudah pernah kesana tapi karna di publish juga oleh beberapa orang akhirnya kami pun berangkat dengan group sebanyak 20 orang, dan perjalanan gw kali ini gw ajak juga adik cowok kesayangan gw. Adik gw ini baru pertama kalinya naik gunung dan ikut acara komunitas kek gini.
Untuk menuju puncak Tampomas bisa ditempuh dengan tiga Jalur,yaitu jalur cibeureum, jalur Narimbang, dan jalur buahdua. Kali ini kami memilih jalur Narimbang karna dirasa lebih banyak jalur landainya menurut salah satu temen SABUKI (sayid). Kami pun berangkat dari bandung tgl 6 desember 2014 hari sabtu malem dengan 2 group. sebagian menggunakan elf dan sebagian menggunakan motor pribadi. gw dan adik memilih menggunakan elf karna selama di elf kami pun bisa tetap beristirahat. saat itu kami berangkat sabtu malam untuk menginap di rumah kerabat sayid di desa Narimbang.
Dari terminal Cicaheum Bandung kami berangkat sekitar pukul 8 malam. dan tiba di Persimpangan jalan Legok. Dari situ kami diangkut ke rumah sodara sayid dengan motor. Ternyata dari Legok ke desa Narimbang itu jalannya lumayan jauh. Pake motor aja sekitar 10 menitan. Oke dan kami ber 20 pun bermalam disana. Dan rencana pendakian besok pagi sekitar jam 7 pagi.
Rencana keberangkatan sedikit ngaret karna kami semua baru selesai sarapan pagi sekitar jam 7. Kami pun berangkat dari kediaman sayid sekitar jam 7.30. Awal perjalanan kami melewati wana wisata curug citrawani. karena ini adalah trip pertama adik gw jadi gw berusaha untuk selalu ada di dekatnya. walaupun dia seorang cowok tapi gw tetep harus jagain dia sbg kakak yg baik (hehehe). dari wana wisata citrawani kami bertemu dengan teman kami yang menyusul dari bandung iya itu Kang Mbok. dia sendiri menggunaka motornya menuju tempat itu. Kam pun berjalan beriringan menuju puncak tampomas itu. Dari titik ini menuju pos 2 membutuhkan waktu yang lumayan panjang, jalanan pun terasa lebih jauh. Permulaan kami bertemu dengan Jalanan yang langsung menanjak dan bebatuan yang lumayan mempersulit kami untuk melewatinya. kami pun harus setengah memanjat untuk melaluinya. Jalanan pun tidak semertamerta langsung landai kami terus melalui jalanan yang menanjak setelah itu kami baru menemui jalanan yang landai. dari Pos-1 ke Pos-2 kami memang menemukan banyak bonus karena jalur narimbang ini adalah jalur yg lebih banyak landainya daripada nanjaknya. karena jalur narimbang ini cenderung melipir jadi kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Pos-2 disana ada sebuah warung yang bertuliskan saung windu wulan yang menyediakan makanan dan minuman dan yang menjaganya pun masih warga sana. kemudian kami menulis kembali nama kami dalam buku si bapa itu dan beristirahat sejenak sambil menikmati suasan yang sudah bisa terasa indah. Karena perbekalan kami sudah sangat cukup kami tidak membeli apa pun disana hanya beberapa teman gw ada yang makan beberapa gorengan *kalo gg salah tapi ya...
Menurut si bapa pemilik warung itu ketika kita sudah berada di puncak diusahakan benda-benda yang berbau elektronik atau yang bisa menghantarkan listrik untuk di matikan saja. karena sudah ada bebrapa pengalaman yang mereka tersambar petri saat menyalakan handphonenya. apalagi saat cuaca sedang mendung dan agak hujan sudah dipastikan handphonenot recomended. Perjalanan dari Pos-3 (Batu Kuus) membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja dan itu pun dengan berjalan santai saja, karena tema kita kali ini kan fun hikking. oke dan kita pun kembali beristirahat saat di batu kukus dan tidak lupa berfoto-foto dulu.
Selama perjalanan cuaca sesekali berkabut dan gerimis dan disaat cuaca seperti itulah para pemangsa darah berkeliaran mencari mangsa (bahasanya alay yah) hahaha. Beberapa dari temen gw terkena si Pacet (sang penghisap darah) bukan cuman satu pacet yang menempel di kaki tapi sampai beberapa ekor adik gw pun sempet terkena hisapan pacet itu. Tapi Alhamdulilahnya gw sama sekali gak kena si pacet. karna gw manis kali ya. wkwkwkw
Menurut si bapa pemilik warung itu ketika kita sudah berada di puncak diusahakan benda-benda yang berbau elektronik atau yang bisa menghantarkan listrik untuk di matikan saja. karena sudah ada bebrapa pengalaman yang mereka tersambar petri saat menyalakan handphonenya. apalagi saat cuaca sedang mendung dan agak hujan sudah dipastikan handphone
![]() |
| saat di Pos-3 Batu kukus |
Perjalanan dari Batu kukus ke Pos-4 lumayan sebentar karna saat itu gw gak selalu lirik2 jam jadi gw gtw pasti berapa menit kita sampai di pos-4 itu. Tapi kita pun sempat beristirahat di Pos-4 barang sebentar saja. karna setelah Pos-4 itu sangiang tikoro siap menanti kami. Sangiang tikoro adalah nama yang diberikan atau sebagai sebutan salah satu trek dari gunung tampomas ini. Tikoro jika diartikan dalam bahasa sunda artinya tenggorokan/kerongkongan. karena jalur ini menyerupai kerongkongan manusia. trek bebatuan dan menanjak pun kami temui lagi dan kali ini lebih sempit. Hari pun semakin siang dan cuaca masih belum berubah. tetap dihiasi gumpalan awan kelabu alias Mendung. Tapi sang mentari pun masih setia menemani kami.
| pos-4 dan panah penunjuk arah menuju sangiang tikoro (pos 5) |
| menuju sangiang tikoro |
kami pun berhasil sampai ke puncak sekitar pukul 13.30. dan saat kami tiba di atas puncak cuaca berubah lagi menjadi mendung dan berkabut tak lama hujan pun turun sangat deras. cowok2 pun langsung mendirikan bivak yang lumayan lebar untuk kami berteduh. sekitar 10 menit hujan pun berhenti dan sang awan pun tersingkap oleh gerombolan angin. sesekali kami bisa melihat indahnya view kota dan sekitarnya. karena waktu sudah hampir sore kami pun memutuskan makan siang lalu berfoto dan kembali turun.
![]() |
| foto keluarga SABUKI #puncak Tampomas |
Thanks Buat semua Keluaga Satu Bumi Kita dan Adik gw yang telah berhasil mencapai puncak pertamanya.



Komentar
Posting Komentar