Apa sih Cikuray? Mungkin itu dulu.. sekarang cikuray udah trending topic bro... yups semua berburu keindahan samudra diatas awan. Tepat di tanggal 27 Maret 2015 saya telah mengagendakan untuk mucuk bareng teman komunitas. Perjalanan pun saya rencanakan dari 27-29 Maret 2015.
Di tgl 27 Maret ini sepulang saya kerja sekitar jam 17.00 sore, saya sudah sampe dirumah dan bergegas mandi,ganti baju, dan setelah sholat maghrib saya pun bergegas ke bascamp sabuki di Cikutra, disana sayyid pun sudah ada menunggu. Kami mulai repacking barang-barang yg udah di packing di carrier masing2. Semua baju ganti sayid dan saya masuk kedalam carrier saya dan logistik semua pun masuk ke carrier sayyid. Tepat setelah sholat isya sekitar pukul 20.00 kami memulai perjalanan untuk meninggalkan Bandung. Cuaca pun sedikit gerimis sampai di daerah rancaekek kami berhenti di sebuah indomaret untuk membeli logistik yang kurang dan memutuskan memakai jas hujan karna hujan pun semakin deras. Sekitar pukul 21.30 kami sudah berada di kota Garut, kami pun sempat bertanya beberapa kali untuk memastikan arah tujuan kami ke cikuray yg terletak di kota Garut desa dayeuh manggung dengan benar. Sampai sekitar pukul 22.30 kami tiba di pos retribusi jalan dan membayar Rp.5.000/ motor. Dari sana kami masih harus terus menjalankan motor untuk sampai di pos pendaftaran (patrol). Kami mengisi data dan membayar simaksi sebesar Rp.10.000 / orang. Sudah sampai?? Oohh tentu saja belum. Sayyid pun masih harus membonceng saya dan carrier kami ke Pos Pemancar, dimana disana adalah awal titik pendakian. Dengan susah payah mengendarai motornya dan saya pun dengan badan yang sudah pegal menahan carrier yg ada dipunggung, kami pun sampai di Pos Pemancar sekitar pukul 24.00 malam.
Karna kami belum makan sedari Bandung, kami pun memesan mie rebus 2 porsi, tanpa harus menunggu lagi kami santap hidangan malam itu dengan lahapnya. Suasana pemancar malam itu pun tergolong tak begitu ramai. Kami memutuskan membuat tenda didekat warung, dan tentu saja meminta izin dulu pada si empunya warung. Beberapa jam kemudian mulailah terdengar beberapa kendaraan yg berdatangan sepertinya pendaki2 lainnya yg baru tiba. Dan saya pun memutuskan tetap didalam tenda sedangkan sayyid memutuskan keluar dan merokok. Dan Rombongan Jakarta pun ada didekat tenda kami. Entah apa yg ada difikiran sayyid yg jelas malam itu dia tidak tidur sama sekali dan 2 orang cewek dari rombongan jakarta pun tidur bareng saya di tenda kami.
Pagi pun menjelang. Saat membuka tenda disitulah tampak semburat matahari dengan melukiskan warna orange biru putih dihiasi warna hijau perkebunan sungguh perpaduan yang luar biasa cantik.
Pendakian pun dimulai. Saya, sayyid, dan 5 orang anak jakarta pun memutuskan pergi bersama. Tepat pukul 06.40 pagi kami memulai perjalanan. Beberapa meter melangkahkan kaki menuju tanjakan baeud, nafas pun mulai sedikit tersengal, tanda sang paru2 sedang menyesuaikan ritme. Dengan perlahan dan pasti kami pun berjalan menyusuri tanjakan baeud yg diapit oleh perkebunan teh, sampailah kami di pos pendaftaran yg ke dua, disana kami menulis lagi nama dan membayar seikhlasnya.
Perjalanan dilanjutkan menuju tanjakan cihuy, di tanjakan cihuy ini treknya seperti menaiki tangga karna pengelola sana telah membuatkan semacam anak tangga untuk memudahkan para pendaki berjalan. Namun tidak seluruhnya seperti anak tangga karna dibagian sisi lainnya dibiarkan natural sebagaimana adanya. Menanjak panjang tapi tidak terlalu miring.
Selepas tanjakan cihuy kami mulai memasuki hutan. Kami mulai memasuki kawasan hutan yang banyak sekali di tumbuhi pepohonan yang sangat besar dan lebat. Dengan carrier yg semakin terasa berat di punggung, kami pun tetap berjalan untuk mencapai Pos 1. Sepanjang jalan kami pun menemui papan tanda2 yg telah dibuat agar para pendaki melalui jalur yang benar. Kurang lebih 1 jam telah dilewati, kami pun beberapa kali beristirahat dan saya pun lupa jam berapa tepatnya kami pun tiba di Pos 2 sekitar jam 9 pagi.
Kami sempat berbarengan dengan rombongan lainnya, karna saat itu cukup ramai.
Perjalanan dari pos 2 ke Pos 3 tak sebentar karna trek pun semakin terjal.
Begitupun dari pos 3,4,5 dan 6 sesekali kami beristirahat ketika menemukan tempat yang landai. Hari pun sudah semakin sore, perjalanan kami masih belum usai. Saya dan Sayyid sudah jauh meniggalkan rombongan anak Jakarta sejakdi pos 3 tadi, karena mereka yang mempersilahkan kami untuk lebih dulu. Langit pun mulai mendung, dan kami masih di perjalanan menuju pos 7. Tak terasa kami pun sudah menghabiskan waktu tempuh sekitar 10 jam lebih dan belakangan stamina saya sudah terkuras habis. Saya pun tertinggal jauh di belakang sayyid. Kalau saya ingat2 lagi mungkin jarak saya dengan sayyid tak terlalu jauh jika saya tidak memutuskan untuk beristirahat lagi sebelum menuju pos 7. Hujan pun mulai turun, untungnya di jalur itu saya tak sendiri. Ada sepasang pendaki lainnya. Dengan badan yang sudah lelah saya pun memakai ponco dan melanjutkan jalan.
Karena kondisi hujan yang semakin lebat dan tenaga kami pun sudah habis. Akhirnya kami membuka tenda di pos 7. Rencananya kami akan summit setelah sholat subuh. Tapi esok pagi pun hujan masih turun sampai sekitar pukul 7. Hujan pun berhenti dan kami menuju puncak dengan hanya membawa sedikit logistik saja.
Alhamdulillah...
Puncak Cikuray pun terbuka dengan sempurna, gunung papandayan dan gunung guntur pun terlihat jelas. Hamparan awan masih belum mendekat siih tak seperti samudra awan biasanya. Tapi beberapa saat kemudianawan-awan putih itu pun bergumpal mendekat.




Komentar
Posting Komentar