Kembali dengan perjalanan gw. kali ini pendakian di lakukan oleh gw dan teman pertama gw saat memulai pendakian yang gagal di Cikurai, ya He is Mr.Firman :) .
Kali ini kenapa gw hanya ber fua? Alasan pertama, semangat gw masih terasa setelah berhasil mencapai curug siliwangi yang beberapa minggu sebelumnya telah gw taklukan. Sebenernya sih bukan curugnya yang gw taklukan, tapi mental gw yang udah semakin mantap dengan mencapai ketinggian itu. Alasan kedua, karna gadget gw lagi eror jadi gak bisa menghubungi atau ngajak temen yang lain. dan gw hanya punya no hp Pak Firman, dan perlu kalian tau kalau Pak Firman itu setiap minggu selalu mengadakan pendakian, kemana pun itu gunungnya dan tak jarang dia selalu mengadakan pendakian walau pun hanya seorang diri. Oleh karena itu gw ngajak pak firman untuk hiking bareng ke Gunung Burangrang ini. Dan kali ini adalah kali ke-10 pak firman melakukan pendakian ke Gunung Burangrang.
Sekilas tentang gunung Burangrang, Burangrang yang merupakan salah satu Gunung yang berada di Wilayah Bandung ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan pendaki. karena gunung ini masih ada kaitan sejarahnya dengan Gunung Tangkuban Perahu dan dengan tinggi 2.050 Mdpl berbatasan antara Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan kabupaten Purwakartas ehingga sering dimasukan dalam list para pendaki pemula. Namun Jangan pernah remehkan tinggi suatu gunung karena tetap saja walau pun dapat dikategorikan gunug yang pendek namun trek dan jalur pendakiannya tidak bisa diremehkan.
Untuk Menuju Puncak Burangrang ini sepengetahuan gw ada 2 jalur pendakian. Bisa lewat jalur Komando dan bisa lewat jalu Legok Haji.
Kebanyakan orang menggunakan jalur komando, karna katanya jalur itu paling pas untuk pemula dan banyak jalur landai juga. Namun kali ini gw diajak mendaki melalui jalur Legok Haji yang sebenernya gw belom tau seperti apa ke dua jalur itu. Karena gw masih dalam posisi pemula.
Rencana awal gw dan pak Firman akan meeting point pagi hari sekitar jam 07.00 WIB namun karna ada urusan pribadi jadi meeting point pun diundur jadi jam 09.00 WIB. tempat yang kita tentukan adalah terminal Ledeng. saat itu gw terlambat datang ke TKP karna kondisi saat itu adalah weekend dan Jl.Setiabudi-Ledeng sudah pasti padat merayap. dengan menggunakan motor kesayangan gw (kecebong mochi) gw pun meluncur dari rumah ke Ledeng dan tiba sekitar jam 09.15 gw lihat pak firman udah ada di sana. Tanpa menunggu siapa pun lagi kami pun berangkat dengan menggunakan motor masing-masing.
Setelah perjalanan + 1 jam kami tiba di sebuah pos (warung) dikaki gunung. setelah parkir kami langsung berjalan meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju jalan arah hutan.
Belum memasuki kawasan hutan saja jalan disana sudah Menanjak dengan ciri khas jalan berbatu, jalur selanjutnya memasuki sebuah perkebunan warga dan di situ pun ada beberapa makam warga. dan Jalur pun tetap Menanjak. gw sempet bilang ke pak firman; Wah pak belum apa2 aja udah nanjak gini . :D dan dia pun hanya menjawab simple dan tertawa. setelah beberapa menit berjalan dada gw pun mulai terasa ngosngosan, keringat pun mulai bercucuran namun dalam hati gw tetap bersemangat dan bertekad gw gak boleh nyerah dengan jalur ini. dan saat itu cuaca sudah mulai panas, matahari sudah mulai terik. gw pun memutuskan beristirahat di sebuah lahan yang bentuknya seperti bukit. Disana banyak ditumbuhi semak2 namun view yang Indah sudah mulai terlihat padahal itu belum memasuki kawasan hutan.
Setelah rehat dan minum kami melanjutkan perjalanan. waktu tempuh untuk memasuki hutan sekitar 10 menit dari tempat tadi. jalur yang terus menanjak tanpa henti dan sedikit licin karena kontur tanah yang telah dibasahi oleh air hujan dan diselimuti oleh dedaunan yang berserakan sepanjang perjalanan benar-benar menguras tenaga gw. keringat terus bercucuran dan di jalur itu gw belum menemukan pendaki lainnya. Beberapa kali gw istirahat dan sekedar minum. Semakin lama jalur semakin menanjak dan bertangga, dan gw pun beberapa kali harus memanjat. sampai tiba waktu adzan berkumandang kami masih seperempat perjalanan. Kami sempat bertemu dengan warga yang sedang berburu burung. dan ternyata disitu gw baru sadar kalo gw sepertinya masih jauh mencapai puncak tapi gw tetep semangat. sampai akhirnya kami menemukan tempat yang datar, disitulah kami memutuskan untuk melaksanakan kewajiban kepada Sang Pencipta. dengan di imami oleh Pak Firman kami pun sholat dzuhur dan ashar disana.
Selesai sholat dan istirahat, kami melanjutkan perjalanan. setelah dataran tadi kami langsung disambut oleh jalur menajak lagi hingga akhirnya samar2 terdengar suara orang-orang sedang berbicang. Akhirnya gw pun sampai di Puncak 2.050 Mdpl sekitar jam 14.00 WIB ternyata disana ada 3 orang yang udah nge-camp dari 2 hari yang lalu. dan ada 2 orang pendaki lainnya dari luar Jawa Barat dan tak lama dari gw dan Pak Firman ada 3 orang Mahasiswa yang baru sampai juga, namun mereka menggunakan jalur komando.
saat di puncak sayang cuaca udah berkabut, jadi gw gak bisa melihat semua view kota bandung dan situ lembang. tapi sesekali kabut tertiup angin juga sih. lumayanlah sedikit bisa liat viewnya.
Setelah mengabadiakan moment, makan dan beristirahat kami bersiap turun lagi sekitar jam 15.30 WIB. dengan jalur yang sama kami pun berpamitan pada kawan baru kami yang masih akan bermalam disana.
Ketika menajak memerlukan waktu 4 jam, dan kini saat turun gunung. kami hanya membutuhkan waktu 2 jam saja kalo bahasa German nya sih 'Nurugtug' terus jalannya. dan setelah berjalan keluar dari hutan untuk menghabiskan sisa perbekalan kami pun kembali duduk dan istirahat menikmati sang senja di tempat yg seperti bukit saat pertama naik.
Finally kami tiba di parkiran motor tepat jam 17.00 wib. lalu kami pun membayar simaksi Rp.5.000. Tanpa beristirahat lagi kami pun langsung memutuskan untuk pulang. di tengah perjalanan kami pun berpisah ke arah jalan rumah masing-masing .
This Time Mission is Completed :)

Ga ada 1 pun gunung yg ditaklukkan,karena.pada akhirnya manusialah yg dikalahkan oleh alam..Jadi tolong ralat kata-kata "taklukkan"..Salam Rimba..
BalasHapus